Kudaku Lari Gagap Bertali
oleh Priska Kalista
Pakaiannya berwarna merah marun bermodel pendekar Madura: baju tak berkerah yang dibiarkan tak dikancing serta celana sate. Menutupi kaus warna hitam yang sudah memudar. Peci di kepalanya ia lepas. Ia memarkir bendinya di pinggir lapangan. Dihampirinya ember biru yang terletak di depan bendi. Kakinya yang menginjak kotoran kuda tak ia perdulikan. Tangannya dengan mantap meramu ampas tauge yang dicampur dedak dan rumput dalam ember itu. Diaduknya racikan itu dengan tangan kanannya tanpa rasa jijik. Si kuda meneteskan air liur.
Langit Makin Mendung
Cerpen: Ki Pandjikusmin
LAMA-LAMA mereka bosan juga dengan status pensiunan nabi di surgaloka. Petisi dibikin, mohon (dan bukan menuntut) agar pensiunan-pensiunan diberi cuti bergilir turba ke bumi, yang konon makin ramai saja.
“Refreshing sangat perlu. Kebahagiaan berlebihan justru siksaan bagi manusia yang biasa berjuang. Kami bukan malaikat atau burung perkutut. Bibir-bibir kami sudah pegal-pegal kejang memuji kebesaran-Mu; beratus tahun tanpa henti.”
Membaca petisi para nabi, Tuhan terpaksa menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir pada ketidakpuasan di benak manusia…. Dipanggillah penanda-tangan pertama: Muhammad dari Medinah, Arabia. Orang bumi biasa memanggilnya Muhammad saw..
“Daulat, ya Tuhan.”
PERNIKAHAN BEDA AGAMA (2)
Sebuah refleksi atas hukum dan HAM
oleh Priska Kalista
“To love another person is to see the face of God.”
Kata-kata itu kulihat dua hari yang lalu ketika aku sedang membereskan tumpukan buku yang berserakan di lantai kamar kostku. Tepatnya, tulisan itu tertera di buku kenangan Putri Santa Ursula Marching Brass (PSUMB) dalam keikutsertaannya di Grand Prix Marching Band XX yang bertempat di Istora Senayan Jakarta, 18-19 Desember 2004. Tulisan berwarna hijau yang menjadi satu-satunya kalimat pada halaman pertama buku itu tidak begitu kugubris. Aku membalik-balik halaman buku itu. Aku mengenang masa-masa ketika aku masih muda, aku tersenyum melihat fotoku yang genit, aku teringat zaman ketika aku menjabat sebagai Field Commander sekaligus Asisten Pelatihan di PSUMB. Ah, masa-masa itu jauh lebih menyenangkan ketimbang sekarang. Setelah usai melihat foto-foto lama, aku tiba di halaman terakhir buku itu. “To love another person is to see the face of God.” Kalimat itu terpampang lagi pada halaman terakhir. Warna hijau metalik yang digoreskan pada kertas berwarna hitam itu sungguh terlihat menarik. Aku mengerutkan dahi. Mengingat sesuatu yang sudah kulupakan. Ya, kata-kata itu adalah cuplikan sebuah bait dalam salah satu lagu pada pagelaran paket kami. Ketika itu PSUMB membawakan paket Les Misérables, sebuah novel karya Victor Hugo yang juga telah dibuat dalam versi musikal oleh Alan Boublil dan Claude-Michel Schonberg, yang merupakan salah satu karya musikal yang paling sukses sepanjang masa dan sampai saat ini masih ditampilkan di Broadway. Dan kalimat cuplikan itu diambil dari salah satu lagunya yang berjudul One Day More, kisah pembebasan dari perbudakan, yang juga mengisahkan cinta tokoh-tokohnya. Kutatap lagi kalimat itu. Kubaca pelan-pelan dalam hati. “Hmph…,” aku mengehela napas seraya menutup buku itu dan menaruhnya di rak. Ternyata butuh lima tahun untuk membuat hatiku tersentuh dan menyadari betapa dalam makna kalimat itu.
PERNIKAHAN BEDA AGAMA
1. PENDAHULUAN
Pernikahan pada dasarnya adalah sebuah usaha atas kebutuhan manusia untuk mengaktualisasikan dirinya dalam sebuah ikatan cinta yang sah antara seorang pria dan seorang wanita. Begitu pentingnya pernikahan ini maka hukum, agama, bahkan adat serta tradisi tidak ketinggalan mengatur pernikahan ini.
Indonesia adalah negara multikultur dan multiagama. Pernikahan yang terjadi di masyarakat pun tidak selamanya seragam. Banyak terjadi pernikahan beda agama di Indonesia. Namun kasus ini menjadi halangan tersendiri karena pernikahan beda agama dipersulit secara hukum. Padahal, dengan semakin berkembangnya zaman, sudah sulit untuk mencari pasangan yang seragam dengan kita. Memiliki pasangan yang seragam pun tidak menjamin suksesnya pernikahan.
Hukum pernikahan di Indonesia seakan menyulitkan, bukan memfasilitasi warga negaranya yang ingin melangsungkan pernikahan beda agama. UU Perkawinan menyatakan bahwa pernikahan sah jika dilakukan menurut hukum agama masing-masing dan dicatatkan. Sementara hukum tiap agama berbeda-beda. Jika demikian, proses pencatatannya pun menjadi masalah baru lagi.
Website Free Piano Sheet
This websites are totally free and there are no pop-ups or viruses etc.
http://www.writtenmelodies.com/
http://fsm3000.thatsjustme.net/sheets……
http://pianomusicsheet.blogspot.com/
FACEBOOK SI POPULER DAN TEMAN-TEMANNYA SI PEMBERI KENIKMATAN MAYA
Dengan langkah mantab namun bosan karena sudah setiap hari melewati rute yang sama, saya melangkah menuju ruang lab komputer 07, ruang lab favorit saya. Melihat ke kanan dan ke kiri mencari komputer yang kosong, hingga akhirnya menemukan sebuah komputer yang dapat saya pakai. Sambil menunggu loading login, saya melihat sekeliling dan menyapa teman-teman saya. (more…)
Kisah Hati Yang Berbulu
Howdy,
Sebuah kisah dari Tales of Beedle the Bard: Kisah Penyihir Berhati Berbulu
Alkisah ada seorang penyihir muda yang tampan, kaya dan berbakat yang tidak begitu percaya dengan cinta dan menganggap bodoh orang-orang yang sedang jatuh cinta, (more…)