sendiri ke gereja

Saya seorang Katolik. Saya ke gereja kemarin Minggu (13/03) sore karena paginya ada acara. Saya pergi ke Gereja St. Thomas, Kelapa Dua, karena saya seorang mahasiswi UI dan kost saya di Kober dekat dengan gereja itu. Saya pergi sendirian ke sana. Saya sampai 20 menit sebelum misa dimulai. Dan ketika saya melihat sekeliling, saya melihat pemandangan yang aneh. 90% umat yang datang ke gereja datang sendirian. Pria, wanita, muda, paruh baya, tua, semua sendirian.

Berbagai hal muncul dalam benak saya. Ada apakah ini? Apakah ini menjadi semacam trend sekarang? Saya melihat seorang perempuan (mungkin mahasiswi) duduk sendirian. Tidak ada yang menemani. Wajahnya cantik dan bersahaja. Doanya kusyuk dan khidmat. Namun mengapa ia sendirian ke gereja? Apakah ia seperti saya yang tidak pulang ke rumah ketika weekend dan semua teman-teman Katolik sudah ke gereja tadi pagi? Atau apakah ia tidak dekat dengan teman-teman Katoliknya sehingga tidak tahu harus mengajak siapa ke gereja?

Saya melihat seorang wanita muda. Usianya mungkin 25an. Pakaiannya modis dan gayanya menawan. Dengan cueknya ia melangkahkan kaki mantab ke salah satu kursi. Mengapa ia datang sendirian? Apakah ia terlalu sibuk bekerja dan capai sehingga tidak sempat ke gereja Minggu pagi? Apakah rekan kerjanya tidak ada yang seiman sehingga ia pergi sendiri?

Saya melihat seorang ibu hamil datang sendirian ke gereja. Di manakah suaminya? Apakah ini anak pertamanya? Sungguh sedih hati saya melihatnya tergopoh-gopoh ke gereja sendirian tanpa ada yang menemaninya. Dengan seorang anak di kandungan, bagaimana jika nanti ada apa-apa? Apakah suaminya sudah ke gereja tadi pagi? Ataukah ia salah satu contoh pernikahan beda agama?

Saya melihat seorang pria dengan usia di akhir 30an. Dengan kemeja batiknya ia duduk menatap salib. Apakah ia tidak berkeluarga? Saya melihat cincin pernikahan melingkar di jari kirinya. Apakah ia juga contoh dari pernikahan beda agama?

Kemudian saya melihat seorang nenek dengan rambut yang sudah putih semua dan punggung yang bungkuk. Ia melihat iri kepada pasangan kakek-nenek di depannya. Siapakah ia? Apakah ia ditinggal mati suaminya?

Kemudian 5 menit sebelum misa dimulai datanglah sebuah keluarga; ayah, ibu, dan 2 orang anaknya duduk di depan kursi saya. Saya melihat sekeliling dan menyadari bahwa mereka satu-satunya keluarga yang datang di misa ini.

Ada apa dengan Gereja saat ini? Tidak adakah lagi hubungan erat dalam keluarga yang menomorsatukan kebersamaan di gereja? Semakin terdesakkah orang-orang muda Katolik dalam masyarakat homogen sebagai warga minoritas di kalangan Muslim? Tidak adakah wadah umat Katolik di dunia kerja yang mengakrabkan hubungan satu dengan yang lain sehingga masih mempunya teman untuk sekedar ke gereja bersama?

2 Comments »

  1. Bagus Pras Said:

    hm…,
    aku mengalaminya. cuma karena saya ada di palu sedangkan istri ada cimanggis. he he he.
    GBU

  2. mikebm Said:

    mungkin mereka yang ‘kesepian’ itu yang merasa wajib bertemu dan merasakan kasih Tuhan… who knows…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: