Preparatory Program MAGiS 2008: Analisis Sosial

Pada hari Sabtu-Minggu, 10-11 Mei 2008 yang lalu bertempat di Wisma SY, diadakan preparatory program MAGiS bertajuk Analisis Sosial. Acara yang dimulai pukul 18.00 ini dilaksanakan 2 hari menginap di Wisma SY hingga hari Minggu.

Bagi saya pribadi, program magis kali ini sungguh sangat hebat, menyenangkan, dan sangat menyentuh. Dimulai dengan diadakannya permainan berupa permisalan menjadi orang kaya dan orang miskin. Kami mengambil koin dengan warna-warna tertentu yang kemudian dihitung dan dari skor tersebut kami akan dipisah menjadi 3 golongan rakyat: kaya, mengenah, bawah. Terdapat seorang presiden permainan yang membuat aturan permainan sesukanya.

Pertama kali saya menjadi rakyat miskin. Saya dan teman-teman kaum miskin yang lain harus duduk di lantai, sementara melihat teman-teman dari golongan menengah dan atas duduk di bangku, dan disediakan pizza dan kue-kue, serta meminum soft drink. Terasa sekali bagaimana dunia ini sangat tidak adil. Kemudian, presiden menyuruh kami untuk barter koin. Bagi mereka yang sudah kaya, mereka memilih untuk tidak barter. Namun saya dan kawan-kawan senasib berusaha setengah mati mencari koin yang lebih baik agar “naik tingkat”. Saya akhirnya berhasil menduduki golongan atas.  Di sana, saya pun merasakan enaknya makan enak, minum enak, bahkan disediakan rokok dan bir pula. Namun kemudian presiden menurunkan mata uang sehingga terjadi resesi sebanyak 60 poin yang membuat saya jatuh miskin lagi. Menanggapi hal tersebut, saya berusaha untuk mengembalikan kekayaan saya. Presiden pun membuat kebijakan untuk memberi subsidi. Saya pun bisa merangkak ke golongan menengah. Hal ini membuat saya semakin gencar lagi barter mencari uang sehingga akhir permainan saya berada di kaum kaya lagi.

Hal menarik yang terjadi adalah ketika saya menjadi orang miskin dan saya melagukan lagu-lagu rakyat yang digubah sedikit liriknya yang bertujuan menghina kaum atas. Rasanya puas sekali menyuarakan ketidakadilan. Namun ketika saya berada di golongan atas, saya juga menerima cacian dari kaum bawah. Sungguh rasanya kepala saya ingin tertunduk merasa bersalah. Adapun saya sadar pula bahwa sebenarnya kebijakan yang dibuat presiden hanyalah agar membungkam mulut kaum miskin, padahal sebenarnya tidak ada bedanya.

MAGiS kali ini sangat mengubah cara pandang saya terhadap Indonesia. Bagaimana Kekuasaan akan menentukan Aturan Permainan dan hal itu akan berdampak pada Pembagian Rezeki (K->AP->PR).

Mungkin lebih baik jika saya menyertakan bahan-bahan MAGiS kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: