cinta: antara sabar, murah hati, setia, percaya, dan kasih

kayanya judulnya aja udah berat ya… Hm… jadi bingung mau menulis apa… Ada yang berkata, kalau cinta itu buta… Ada yg berkata, cinta itu tidak adil… Ah, saya sih masa bodoh…

Sabar.

Sabar itu berarti juga bisa mengendalikan perasaan. Ini agak susah nih.

Murah hati.

Rela memberikan sesuatu secara ikhlas tanpa mengharapkan balasan? Kok terdengar klise sekali.

Setia.

Bersedia taat dan selalu berada di sisinya sampai mati. Role model: Yesus.

Percaya.

Yakin dengan sepenuh hati. Yakin, yakin, dan YAKIN.

Kasih.

Kasih sayang. Seperti yang tertulis: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Tapi bagi saya ada 1 lagi hal yang penting. Pengorbanan. Hal ini sebenarnya bisa dikaitkan dengan kesabarab. Bagaimana tidak? Pengorbanan itu membutuhkan kesabaran juga. Karena kadang kala yang jadi korbannya adalah hati ini yang terasa sakit. ~agak abstrak nih~

Ada sebuah cerita dari romo saya di Gereja:

Suatu ketika ada sepasang cicak yang tinggal di rumah-rumah di Jepang. Suatu kali, rumah itu direnovasi. Di dindingnya banyak ditempel lukisan-lukisan baru dan hiasan-hiasan. Suatu kali, pemilik rumah ingin mengghanti salah satu lukisan di dindingnya. Ketika menyopot lukisan tersebut, ia mendapati bahwa ada seekor cicak yang kakinya tak sengaja terpaku ke dinding. Padahal usia paku itu menancap sudah bertahun-tahun yang lalu. Yang mengejutkan, cicak itu masih hidup. Namun keistimewaannya bukanlah cicak yang bisa bertahan hidup itu, namun karena ada cicak pasangannya yang senantiasa menemani dan selalu memberinya makan setiap hari.

Dan khotbah itu ditutup dengan sebuah kalimat:

cinta mencapai puncaknya melalui pengorbanan,

tetapi mencapai kesempurnaannya melalui pengampunan.

Mencintai seseorang, sepenuh hati, dengan penuh pengorbanan, itu cinta ideal, cinta Tuhan. Tuhan, ajarilah aku arti cintaMu, yang berani berkorban untuk orang lain, yang penuh kesabaran, agar aku pun menjadi manusia yang penuh pengertian.

3 Comments »

  1. not impoertant Said:

    idi gila seru bgt..
    sampe mo nangis bacanya…

  2. feroy Said:

    berat…………..
    gak kuat w ngangkatnya

  3. verd Said:

    great article! two thumbs up!
    keep writingπŸ™‚


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: