Sosio-ekonomi

Selamat siang,

Modul sosio-ekonomi KomJak sudah berlalu. Kini saya mau menuliskan hal2 yg saya dapat, yg jg merupakan ringkasan.

Sebelumnya, terima kasih kepada Razak atas waktunya untuk memikirkan masalah ini bersama, mulai dari kepala suntuk sampai kepala mau pecah, ngantuk walaupun bangun, kita tetep membicarakan Indonesia tercinta ini dengan masalah ekonominya yang pelik.πŸ™‚

Indonesia. Sebuah negara yang terlalu luas. Dan pemerintahan yang masih meraba-raba. Politik Indonesia yang agak2 meniru Amerika, namun masih jg terpengaruh oleh masa lalu dengan komunisnya. Belum lg dicampur dengan ideologi Pancasila. Sok sempurna banget y Indonesia ini.

Kenapa Indonesia dengan banyak sekali warga negara (klo ga salah 20juta jiwa ya zak?) masih saja mengalami kemiskinan dan ketidakmerataan ekonomi? Lapangan pekerjaan? Banyak. Kata Razak di jobsDB atau jobstreet banyak bgt lowongan yang ditawarkan. Yang mau disalahkan siapa? Pemerintah yg gagal mengurus rakyatnya?

Hm, sebenarnya pengaruh asinglah yang membuat negara kita makin aduh aduh… Papua, segitu kayanya! Trus ngapain freeport nongkrong di situ??!! Dan tahu kan? Bahwa ada bagian tanah milik freeport yang hasilnya tuh untuk keluarga Cendana. Papua, pulau besar yang sangat berbeda jauh peradabannya dengan Jakarta. Dikuasai oleh pihak2 asing dan militer yang bersekongkol dengan mereka. Bahkan di Papua dengan sengaja disebar WTS di daerah2 yg sulit dijangkau, dengan tujuan apa? Agara warga setempat menggunakan jasa WTS dan terkena HIV/AIDS dan kemudian mengurangi populasi warga asli, agar nantinya Papua semakin dikuasai oleh mereka yang mempunyai kepentingan.

Masalah terletak ketik negara dunia ketiga menjadi korban dari negara2 adikuasa. Saya lupa data persisnya, namun pernah diadakan suatu konferensi Internasional, tempat dan tahunnya pun lupa, yang didatangi oleh pemilik2 modal asing yang membicarakan cara menguasai aset2 Indonesia. Wah! Bikin acara sebesar itu hanya untuk menjajah aset ekonomi negeri orang! Brengsek memang!

Ditambah dengan “bantuan” dari pemerintah Indonesia sendiri yang punya kepentingan dengan bekerjasama dengan pemilik modal asing, pemerintah meloloskan kepentingan mereka di Indonesia dan membuat Indonesia sengsara dalam dekade2 berikutnya.

Zaman Soekarno, beliau percaya bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermental baja dan dengan semangat tinggi membangun bangsanya serta memakmurkan tanahnya. Isu2 bahwa Indonesia bisa miskin jika tidak bekerja sama dengan pemilik modal asing ditepisnya. Ia percaya bangsa Indonesia bisa menghidupi keluarganya dan mengisi perutnya dengan daya upaya maksimal rakyatnya sendiri.

Saat beliau harus turun takhta dan digantikan oleh Soeharto, kebetulan (maaf jika saya men-generalisasikan) Amerika dan Inggris juga membantu Soeharto untuk naik takhta, karena sadar bahwa Ia bisa membantu negara2 tersebut untuk menguasai alam Indonesia. Pemilik2 modal dari Amerika dan Inggris pun bersekongkol dengan Soeharto. Indonesia ditukar dengan kekuasaan dan kekayaan yang kelak akan dimiliki Soeharto. (Isu yang saya dapat dari keluarga saya yg bkcimpung di dunia perbankan, kekayaan Soeharto mencapai triliuan, triliunan US DOLLAR, bukan rupiah!)

Soeharo menang, Amerika dan Inggris pun membayar bantuan Soeharto. Soeharto pun mengijinkan modal2 asing masuk ke Indonesia.

Tidak selalu salah adanya modal2 asing yang masuk ke Indonesia. Namun semua menjadi salah ketika ada pemaksaan, penyelewengan hukum, dan ketidakberpihakkan kepada rakyat kecil dan kaum marjinal.

Sekarang mau mengusir mereka (pemilik modal asing di Indonesia) menjadi susah. Ke mana lulusan2 perguruan tinggi terkemuka yang katanya bisa memajukan bangsanya? Ditarik oleh perusahaan2 asing demi memajukan mereka. Perusahaan negeri negara? Terlalu terbelit dengan birokrasi yang menyusahkan fresh graduate. Sehingga mereka lebih baik memilih perusaah asing ketimbang BUMN. Buat nyari duit boleh lah ke perusahaan asing. Tapi ilmu yang kita dapatkan selayaknya dikembalikan ke bangsa.πŸ™‚

So, masalahnya adalah: pemilik modal asing dan pemerintah bersama2 melakukan politik ekonomi yang tidak menguntungkan kaum marjinal.

Any comments?

PS: Razak, sepertinya banyak kalimat2 dari mulutmu aku masukin ke sini. :p

1 Comment »

  1. razakinstrument05 Said:

    aktivis nih >>>


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: