Kisah Hati Yang Berbulu

Howdy,

Sebuah kisah dari Tales of Beedle the Bard: Kisah Penyihir Berhati Berbulu

Alkisah ada seorang penyihir muda yang tampan, kaya dan berbakat yang tidak begitu percaya dengan cinta dan menganggap bodoh orang-orang yang sedang jatuh cinta, terlebih mereka yang sedang jatuh cinta tindakannya juga sering aneh-aneh dan bodoh. (tapi bukankah semua orang memang begitu ya, kalo sedang jatuh cinta?..hehehhhe..)

Maka dengan kekuatan sihir hitamnya, dia “berlindung” untuk tidak jatuh cinta dan meletakkan hatinya dalam sebuah kotak sehingga dia tidak bisa merasakan apapun yang berhubungan dengan rasa terhadap orang lain, termasuk saat orang tuanya meninggalpun dia tidak merasa sedih sedikitpun.

Sampai pada akhirnya dia dipertemukan dengan seorang gadis jelita, namun karena dia tidak memiliki hati maka dia hanya ingin memanfaatkan si gadis untuk membuktikan pada orang-orang bahwa dia bisa memikat gadis dan akan menikah dengannya.

Si gadis yang baik hati, melihat ada yang janggal dengan penyihir itu lalu
diapun bertanya: ” Bicaramu sangat baik, Penyihir, dan aku akan sangat senang menerima semua perhatianmu, jika saja aku yakin kau punya hati!” (hal. 77).

Lalu si Penyihir mengajak gadis itu untuk mengikutinya untuk menunjukkan hatinya yang terdapat dalam sebuah kotak kristal ajaib, dan hati itu masih berdetak! Karena lama tidak pernah merasakan apa-apa, hati itu sudah menyusut dan tertutupi bulu-bulu hitam dan panjang. Dan karena ingin membuktikan bahwa dia punya hati, maka diapun memainkan sihirnya kemudian memasukkan kembali hati itu ke dalam tubuhnya.

Karena hati itu begitu lama terkurung dalam kotak, dia ibarat harimau lapar yang dilepas dari kandang. Dan apakah yang terjadi? Akhirnya dia menjadi buas dan merobek-robek dada si gadis hingga dia tewas. Setelah itu dia menggenggam hati yang besar, halus dan mengilap dan bersumpah ingin mengganti hatinya dengan hati si gadis.

Tapi ternyata, kekuatan sihirnya tidak mampu melawan hatinya sendiri yang telah terlanjur melekat di tubuhnya. Akhirnya dengan marah dia membuang tongkat sihirnya dan mengambil belati kemudian merobek sendiri dadanya. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Diapun akhirnya tewas sambil memegang dua hati, dan ilmu sihirnya tak kuasa memberinya kekebalan pada tubuhnya sendiri.

Ada apa sampai saya menuliskan postingan ini?

Merasa bahwa hidup ini hanyalah sekali, tak pelak dari segala kesalahan2 yg ada. Perbuatan buruk, jahat, dosa, kesalahan, pasti pernah saya lakukan. Sebuah penantian panjang akan adanya pengampunan dari Yang Di Atas. Ah tapi bagaimana mungkin? Meminta pengampunan untuk diri sendiri saja belum bisa… Ketika seseorang menjadi manusia yang tidak bisa memaafkan diri sendiri, saat itulah ketika dia menjadi hancur, remuk, hilang arah, dan tidak ada sesuatu untuk berpegang dalam hidupnya. Saya tidak bisa memaafkan diri saya… Dan saya tidak tahu harus berpegang pada apa maupun siapa.

Penyesalan selalu datang terlambat. Lebih2 lagi, penyesalan, rasa sakit, selalu datang dengan cara yang aneh. Hilangnya pun aneh. Rasa itu tidak akan pernah selamanya hilang. Masih ada sisanya, bekasnya. Hal yang bisa terjadi adalah membuatnya menjadi lebih baik. Ya, rasa itu bisa berangsung membaik walaupun sakitnya tak akan pernah lenyap.

Apakah benar hati saya juga berbulu? Jika tidak pun, apakah benar bahwa saya mampu merobek hati orang lain dan mati karena hati saya menjadi buas?

Betapa mudahnya orang berkata, “maafkan aku”… Jika saja mereka sadar bahwa penyesalan tidak bisa diungkapkan dengan kata2…

Jika saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: